Like Dan Follow.nya Yaah Teman..!!

Balikpapan Siap Masuk Ke Era Industrial Sepakbola

Sabtu, 23 Juli 2011

Seminar manajemen olahraga berbasis lokal gelaran Disporabudpar Balikpapan memberi secercah harapan, di hotel Sagita, Selasa (19/7). Tentunya harapan bagi pecinta Persiba, manajemen dan pengurus Beruang Madu mengarungi kompetisi Indonesia Super League (ISL) mendatang.

Dimana dalam seminar dengan tajuk "Kemandirian Sistem Pengelolaan Olahraga Profesional (Sepakbola) di Kota Balikpapan"  menghadirkan narasumber berkualitas. Disporabudpar Balikpapan mendatangkan Wakil Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Riza Adhi Wijaya dan pemilik  agen pemain asing Soccerindo, Hardimen Koto. Dan narasumber lain seperti Redaktur Pelaksana Tribun Kaltim, Priyo Suwarno serta Asisten Deputi Organisasi Kebudayaan Kemenpora I Gusti Ngurah Bagus Sucitra memberi warna menarik pada seminar tersebut.

Walikota Balikpapan Rizal Effendi juga datang untuk meresmikan acara seminar. Ia mengharapkan paska seminar nanti ditemukan formula bagi Persiba. Tentunya formula atas lahirnya Permendagri nomor 22 tahun 2011 tentang pelarangan pengunaan anggaran APBD untuk klub sepakbola profesional. "Permendagri sudah keluar maka kita harus patuhi aturan itu agar Persiba di masa depan bisa berjalan mandiri dan profesional," ujanr Rizal dalam kata sambutan.

Sementara Kepala Disporabudpar Doortje Marpaung mengatakan bahwa acara seminar ini untuk menambah wawasan bagi pengelola olahraga di Balikpapan. Tidak hanya sepakbola namun cabang olahraga lain diharapkan mendapatkan ilmu baru usai seminar. Untuk spesifikasi pada sepakbola menurutnya olahraga ini sangat disukai banyak orang. Termasuk kota Balikpapan yang mencintai Persiba. Doortje mengharapkan narasumber yang didatangkan memberi ilmu penting dan bisa diadopsi oleh pengelola olahraga di Balikpapan.

Kesempatan perdana disampaikan narasumber Riza mendapat sambutan luar biasa. Riza dengan materi seminarnya banyak membicarakan kinerja serta pengelolaan profesional PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB). Dimana PT PBB tersebut mengelola produk yang bernama Persib Bandung. Klub sepakbola asal Bandung yang sudah dua musim ini tanpa menggunakan anggaran APBD mengarungi kompetisi Indonesia Super League (ISL).

Salah satu poin penting bila klub lain ingin seperti Persib adalah kemauan besar. Kemudian ingin mencoba dengan segala upaya walau nanti menemui kerugian atau jalan buntu. "Persib di awal musim rugi dua digit, kemudian tahun berikutnya rugi satu digit, untuk tahun depan kita usahakan agar Persib tidak mengalami rugi lagi," katanya.

Riza menambahkan kerugian itu juga dirasakan sponsor yang menanamkan modal ke PT PBB Tapi kerugian itu masih dianggap dalam tahap kewajaran. Visi Misi PT PBB sendiri memiliki masa dan kondisi yang dibatasi. Yakni membentuk perencanaan bisnis dalam kurun waktu lima tahun.

Sementara narasumber lain dari agen pemain asing Hardimen Koto sedikit memberi bocoran bahwa Persiba sudah membuat PT yang sedang dalam proses. Dengan nama PT Balikpapan Kick Off (PT BKO) maka Persiba akan dikelola secara mandiri dan profesional. Tentunya pekerjaan PT BKO nanti harus mampu mendatangkan investor untuk menanamkan sahamnya.

  • Share
  • [i]

0 komentar:

Poskan Komentar

 
 
 
Page Rank Check Sonic Run: Internet Search Engine Free Counter Submit Your Site To The Web's Top 50 Search Engines for Free!